Lingkungan
Bisnis Global – MaLiBu
Tantangan Manajemen Lintas Budaya
I. Lingkungan Bisnis Global
I.a. Globalism atau Globalisasi
Para
Manajer diseluruh dunia pada abad ke 21 ini sedang menghadapi tantangan yang
sangat berat , yaitu untuk mengoperasikan lingkungan bisnis yang terus
berkembang , saling ketergantungan dan kompetitif. Siapa saja baik perusahaan
nasional dan perusahaan multinasional yang ikut terjun dalam bisnis global
harus menyesuaikan bisnis strateginya dan gaya manajemennya dengan tepat sesuai
dengan tujuan negara dimana mereka akan melakukan operasinya, apakah itu
merubah secara langsung semua kebijakan dan gaya bekerja perusahaan atau
melalui semacam bentuk aliansi. Contoh konkret yang ada yaitu seperti yang
dialami oleh perusahaan Finland yaitu Nokia. Tantangan yang sampai sekarang
dihadapi oleh perusahaan multinasional tersebut termasuk dunia politik Negara
yang tempat beroperasinya anak perusahaan, budaya, keamanan negara, dan
perlindungan terhadap dunia teknologi. Selain itu kesempatan dan resiko dari
pasar global terus meningkat membawa perusahaan-perusahaan yang masuk dalam
dunia bisnis global untuk bekerja secara bersama dan beroperasi secara
komunitas.
Maka
dengan bergabungnya perusahaan-perusahaan dengan tidak memandang batas benua ,
timbul masalah baru yaitu dibutuhkannya Manajemen Global. Yaitu sebuah proses
merencanakan dan mengembangkan strategi-strategi perusahaan , merancang dan
mendesain sistem operasi dan bekerja dengan orang disekeliling dunia untuk
memastikan persaingan yang kompetitif dan menghasilkan keuntungan bersama.
Kompetisi bisnis global pada saat ini telah berkembang ketingkat yang lebih
sulit karena persaingan yang sangat ketat secara global. Kompetisi global dapat
berkembang dengan pesat disebabkan oleh jaringan-jaringan yang mengikat
Negara-negara, institusi , dan orang-orang yang sangat bergantung kepada
perkembangan ekonomi bisnis global. Peranan kompetisi bisnis global terdorong
karena fenomena dunia bisnis yang semakin tidak terbatas. Hampir semua perusahaan
diseluruh dunia terkena imbas dari persaingan global. Semua perusahaan yang
memproduksi sebuah barang sebagai kegiatan operasi bisnisnya, baik itu diluar
negeri dan dalam negeri berpatokan kepada harga yang sangat bersaing yang
berlaku didunia global atau yang ditetapkan oleh dunia global. Sangatlah
penting bagi manajer untuk beroperasi di dunia pasar domestiknya, tetapi dengan
hanya melakukan bisnis di dunia pasar domestik secara otomatis mereka telah
menjadi manajer yang tertinggal oleh mayoritas manajer lainnya yang berkerja
dengan lingkup yang lebih luas dan tidak terbatas yaitu pasar global. Maka
karena itu agar tidak tertinggal oleh perkembangan bisnis global , manajer
harus memiliki visi untuk masuk ke bisnis global. Dengan mempersiapkan diri
mereka untuk meningkatkan kemampuan dan alat untuk mengelola lingkungan global.
Perusahaan yang akan memasuki persaingan dunia bisnis global dan yang akan
memperluas operasi bisnisnya , harus mengembangkan kader-kader top
manajemennya, yang memiliki pengalaman mengoperasikan bisnis dan yang mengerti
apa yang harus dilakukan untuk beroperasi di negara lain dan berkerja dengan
orang yang berasal dari lain negara dan tentunya dengan budaya yang berbeda
juga. Sebagai indikasi lain dari efek globalisasi , investasi asing telah
berkembang tiga kali lebih cepat daripada hasil-hasil atau produksi
barang-barang. The European Union (EU) telah bekerja sama dengan United States
/ Amerika untuk berbagi posisi sebagai negara yang memiliki investor terbanyak
didunia. United Kingdom atau Inggris telah berlaku sebagai negara yang yang
sangat aktif dalam me-merger dan meng-akuisisi perusahaan.
I.b. Regional Blok Perdagangan
– The TRIAD ( Eropa Barat , Asia dan Amerika Utara)
– The European Union (EU)
– The TRIAD ( Eropa Barat , Asia dan Amerika Utara)
– The European Union (EU)
Dengan
jumlah 12 sampai 15 negara yang bergabung di Komunitas perdagangan Eropa.
Secara sepakat mereka megadopsi mata uang dan kebijakan moneter yang umum. EU
sebagai sebuah kesatuan yang tidak memiliki batas di bagian Eropa barat telah
menjadi kenyataan. Dan berdasarkan negosiasi antar negara-negara Eropa barat
pada tahun 2001, 13 member baru yang bergabung dengan EU. Dengan Euro sebagai
mata uang yang umum dan dapat digunakan secara legal untuk perdagangan , bisnis
didunia Eropa telah berubah. Manajer global menghadapi dua tantangan penting
yang pertama adalah Strategi, yaitu bagaimana perusahaan yang berada diluar
Negara Eropa dapat bekerja sama dengan kebijakan yang ditetapkan oleh EU.
Tantangan yang kedua adalah budaya, yaitu bagaimana manajer perusahaan
melakukan kerja sama dengan budaya dan tradisi yang beragam yang ada di pasar
Eropa, contohnya seperti sifat-sifat karyawan yang berbeda dan berapa lama
waktu yang digunakan dalam aktivitas bekerja berhubungan dengan kenyamanan
bekerja.
– Asia
Jepang dan 4 negara macan – Singapore , Hong Kong , Taiwan , dan Korea Selatan, dimana setiap Negara tersebut memiliki sumber daya yang sangat melimpah begitu juga dengan sumber daya manusianya. Pada tahun 1980an dan permulaan 1990 kekuatan dari ekonomi asia yang sangat bersaing dengan dunia global berasal dari Japan’s Kairetsu dan Korea’s Chaebol. Keduanya adalah konglomerat besar dalam keuangan yang terhubung secara grup dari beberapa perusahaan besar, yang memainkan peran penting di perekonomian Negara mereka. Japanese Kairetsus – Mitsubishi dan Toyota adalah kedua nama perusahaan besar yang sangat kuat yang mempengaruhi perekonomian di regional benua Asia. Namun seiring berkembangnya waktu, kesengsaraan atau krisis ekonomi yang dialami asia tenggara berangsur-angsur membaik karena efek dari angin segar perkembangan ekonomi yang disebabkan oleh negara-negara maju yang ada di Asia. Dan pada tahun 2001 Washington dan Tokyo memperbaharui kerja sama mereka dengan membuka pasar bisnis yang lebih terbuka bagi investor-investor asing.
– NAFTA
Tujuan dari NAFTA antara Amerika, Canada, dan Mexico adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ,lebih banyak tersedianya lapangan kerja, kondisi kerja yang lebih baik, dan lingkungan perdangangan yang lebih menguntungkan . Dengan hasil berkembangnya export dan perdagangan, blok ini memiliki 360 juta konsumen dan mempunyai potensi untuk memperluas perdagangan hingga ke daerah amerika selatan, dan menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian di regional Negara Amerika utara.
Jepang dan 4 negara macan – Singapore , Hong Kong , Taiwan , dan Korea Selatan, dimana setiap Negara tersebut memiliki sumber daya yang sangat melimpah begitu juga dengan sumber daya manusianya. Pada tahun 1980an dan permulaan 1990 kekuatan dari ekonomi asia yang sangat bersaing dengan dunia global berasal dari Japan’s Kairetsu dan Korea’s Chaebol. Keduanya adalah konglomerat besar dalam keuangan yang terhubung secara grup dari beberapa perusahaan besar, yang memainkan peran penting di perekonomian Negara mereka. Japanese Kairetsus – Mitsubishi dan Toyota adalah kedua nama perusahaan besar yang sangat kuat yang mempengaruhi perekonomian di regional benua Asia. Namun seiring berkembangnya waktu, kesengsaraan atau krisis ekonomi yang dialami asia tenggara berangsur-angsur membaik karena efek dari angin segar perkembangan ekonomi yang disebabkan oleh negara-negara maju yang ada di Asia. Dan pada tahun 2001 Washington dan Tokyo memperbaharui kerja sama mereka dengan membuka pasar bisnis yang lebih terbuka bagi investor-investor asing.
– NAFTA
Tujuan dari NAFTA antara Amerika, Canada, dan Mexico adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ,lebih banyak tersedianya lapangan kerja, kondisi kerja yang lebih baik, dan lingkungan perdangangan yang lebih menguntungkan . Dengan hasil berkembangnya export dan perdagangan, blok ini memiliki 360 juta konsumen dan mempunyai potensi untuk memperluas perdagangan hingga ke daerah amerika selatan, dan menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian di regional Negara Amerika utara.
I.c. Regional Lain didunia
– Central dan Eropa Timur
Adalah area yang benar–benar merasakan efek dari perkembangan ekonomi didunia bisnis global , dimana sistem komunisme lama telah terbukti tidak lagi efektif untuk digunakan sebagai sistem ekonomi. Perhatian dunia kini tertuju kepada sebuah pasar baru yang terdapat 430 juta orang yang dapat dikategorikan sebagai orang yang berpenghasilan kecil.
– China
– Central dan Eropa Timur
Adalah area yang benar–benar merasakan efek dari perkembangan ekonomi didunia bisnis global , dimana sistem komunisme lama telah terbukti tidak lagi efektif untuk digunakan sebagai sistem ekonomi. Perhatian dunia kini tertuju kepada sebuah pasar baru yang terdapat 430 juta orang yang dapat dikategorikan sebagai orang yang berpenghasilan kecil.
– China
September
2001 China telah memenuhi tujuannya untuk menjadi salah satu member dari WTO
(World Trade Organization). Tujuan China menjadi salah satu member tersebut
adalah untuk mendominasi kegiatan ekonomi seperti import dan meningkatkan
export mereka .Tarif masuk yang lebih murah akan membuat produk asing lebih
terjangkau harganya bagi masyarakat Chinese.
– Negara yang kurang berkembang
Perubahan
di Negara yang dapat dikategorikan (Less Developed Countries) LDCs secara
perlahan-lahan membaik. Sebagaimana mereka berjuang dengan tingkat GNP yang
rendah pendapatan perkapita yang rendah, dan beban besar, dan populasi yang
kurang memiliki keahlian khusus dan jumlah hutang luar negeri yang besar.
Keadaan ekonomi mereka yang kurang kondusif dan seringkali tidak dapat menerima
keterlibatan pemerintah sehingga mengecilkan investasi asing yang sebenarnya
diperlukan oleh mereka.
I.d. Teknologi Informasi
Perkembangan
Teknologi Informasi merupakan sebab dan dampak dari globalisasi di dunia.
Konsumen didunia menjadi lebih tertarik dengan beberapa media, karena mereka
dapat melihat bagaimana orang hidup di Negara lain. Perkembangan dari pasar
secara global men-transformasikan atau merubah para manajer untuk selalu terus
mengikuti perkembangan teknologi sehingga membuat tidak ada batasan bagi
manajer , karena informasi tidak dikendalikan oleh pemerintah, politik,
ekonomi, pasar dan informasi yang berkaitan dengan persaingan dapat dengan
mudah diakses oleh siapapun diseluruh dunia tanpa batas negara, benua, dan
waktu.
I.e. Workforce Diversity /
keanekaragam tanaga kerja
Beberapa
negara diseluruh dunia, keanekaragaman kerja berkembang menjadi sangat cepat dan
menjadi sangat beragam karena batasan-batasan politik yang kaku, dan padatnya
transportasi manusia, dan cepatnya sebuah informasi dapat beredar keseluruh
dunia. Faktor lain yang dapat meningkatkan tenaga kerja dapat beragam adalah,
meningkatnya para pekerja yang bekerja diluar negaranya dalam segala
tingkatannya , meningkatnya rata-rata umum tenaga kerja dan bertambahnya jumlah
tenaga kerja wanita dengan jenjang pendidikan dan kualitas yang lebih tinggi.
I.f. The Global Manager Role / peran
manajer
Lingkungan
bisnis sangat berpengaruh terhadap peranan manajer . Para manajer harus
menyesuaikan dengan lingkungan yang dinamis, karena aturan dari manajer secara
global telah diatur oleh masing-masing negara (politik, ekonomi, status
teknologi, keuntungan-keuntungan perusahaan dan serta norma budaya yang
dianut). Mereka harus dapat mengantisipasi hal-hal yang berpengaruh buruk
terhadap perusahaannya dan manajer global membuat kebijakan serta mengembangkan
strategi yang cocok dengan keadaan tersebut.
2. Lingkungan Politik dan Lingkungan
Ekonomi
2.a. Politik dan Lingkungan Ekonomi
Aspek
penting disini adalah lingkungan politik dan fenomena etnis, sebuah faktor yang
mendorong ketidakstabilan politik diseluruh dunia. Secara fakta banyak
terjadinya konflik dan kerusuhan akibat adanya perbedaan pendapat dalam alam
politik, dan ini membuat perbedaan dan perpecahan antara suku, etnis, agama dan
grup atau ormas-ormas tertentu. Seringkali faktor agamalah yang membuat
timbulnya perbedaan tersebut. Manajer harus mengerti bagaimana cara untuk
mengelola karyawan dengan memperhatikan isu-isu etnis, suku, dan agama dalam
rangka untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya konflik dan masalah-masalah
internal perusahaan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan situasi.
2.b. Resiko Politik
Manajer
global dari sebuah perusahaan global dan multnasional harus dapat menganalisa
dan menginvestigasi resiko politik negara dimana perusahaan tersebut akan
beroperasi, dan bagaimana akibat dan efek dari resiko terhadap perekonomian,
dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesuksesan perusahaan. Resiko Politik
biasanya berupa kegiatan pemerintah atau secara politik sebuah peristiwa yang
dapat mengakibatkan efek yang berjangka panjang terhadap keuntungan dan
profitabilitas perusahaan.
Peristiwa-peristiwa resiko politik
yang sering terjadi pada saat ini adalah :
1. Perampasan aset-aset perusahaan tanpa kompensasi.
2. Memaksa penjualan aset warga negara tuan rumah, biasanya pada atau di bawah nilai buku atau dibawah harga yang wajar.
3. Diskriminatif terhadap perusahaan asing dalam penerapan peraturan atau undang-undang.
4. Hambatan untuk dana repatriasi.
5. Kerugian yang bersifat teknologi atau kekayaan intelektual lainnya seperti paten, merek dagang, atau nama produk.
6. Terjadinya intervensi pada saat pengambilan keputusan manajerial.
7. Ketidakjujuran yang dilakukan oleh aparat pemerintah terutama dalam pembatalan atau perubahan persetujuan/perjanjian.
1. Perampasan aset-aset perusahaan tanpa kompensasi.
2. Memaksa penjualan aset warga negara tuan rumah, biasanya pada atau di bawah nilai buku atau dibawah harga yang wajar.
3. Diskriminatif terhadap perusahaan asing dalam penerapan peraturan atau undang-undang.
4. Hambatan untuk dana repatriasi.
5. Kerugian yang bersifat teknologi atau kekayaan intelektual lainnya seperti paten, merek dagang, atau nama produk.
6. Terjadinya intervensi pada saat pengambilan keputusan manajerial.
7. Ketidakjujuran yang dilakukan oleh aparat pemerintah terutama dalam pembatalan atau perubahan persetujuan/perjanjian.
2.c. Menilai Resiko Politik
Perusahaan
internasional harus melakukan sebuah bentuk penilaian terhadap resiko politik
untuk dapat mengelola dan memaparkan akibat dan efek dari resiko tersebut
terhadap perusahaan dan untuk meminimalisir kerugian finansial. Biasanya
manajer lokal disetiap negara menilai potensi dari isu-isu yang dapat
mempengaruhi kestabilan perusahaan dan mengevaluasi dampaknya bagi masa depan
perusahaan. Penilaian resiko oleh perusahaan multinasional biasanya terdiri
dari dua cara, yaitu melalui jasa ahli-ahli seperti konsultan yang sudah
familiar dengan kondisi negara tempat perusahaan beroperasi dan dapat
menjalankan usahanya.
Penggunaan konsultan dan pengamat perusahaan dalam menilai resiko politik adalah untuk mengevaluasi perkembangan-perkembangan penting yang dapat mempengaruhi perusahaan, seperti perubahan yang terjadi pada dunia politik dan pertentangan dari beberapa partai politik. Dan para konsultan akan membuat beberapa skenario khusus untuk alternatif perusahaan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Cara yang kedua adalah dengan cara menggunakan staff internal mereka.
Penggunaan konsultan dan pengamat perusahaan dalam menilai resiko politik adalah untuk mengevaluasi perkembangan-perkembangan penting yang dapat mempengaruhi perusahaan, seperti perubahan yang terjadi pada dunia politik dan pertentangan dari beberapa partai politik. Dan para konsultan akan membuat beberapa skenario khusus untuk alternatif perusahaan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Cara yang kedua adalah dengan cara menggunakan staff internal mereka.
2.d. Mengelola Resiko Politik
Setelah
menilai potensi dari resiko politik baik itu penanaman saham atau
mempertahankan operasi yang sedang berjalan dalam sebuah negara, manajer
biasanya mengalami kesulitan bagaimana cara mengelola resiko tersebut. Dalam suatu
tingkatan manajer dapat memilih untuk menangguhkan perjanjian perusahaan mereka
dengan beberapa negara, atau dapat juga dengan menghindari investasi yang tidak
menguntungkan. Dalam tingkatan lain apabila resiko yang dihadapi tidak terlalu
tinggi maka perusahaan dapat mengambil tindakan yang sesuai dengan menghadapi
resiko tersebut. Mereka dapat memilih apakah mereka akan memulai bisnis baru
tersebut , atau tetap mempertahankan bisnis yang lama. Dan untuk berurusan
dengan resiko tersebut perusahaan dapat beradaptasi dengan regulasi dan situasi
politik. Arti dari beradaptasi disini adalah seperti yang ditegaskan oleh Taoka
dan Beeman yaitu;
– Pembagian Aset
– Manajemen yang partisipatif
– Lokalisasi operasi
– Bantuan pembangunan
– Manajemen yang partisipatif
– Lokalisasi operasi
– Bantuan pembangunan
Dalam
rangka menghindar dari resiko dan beradaptasi, dua alternatif lain bagi manajer
untuk mengelola resiko politik adalah ketergantungan. Yang berarti manajer pada
waktu tertentu harus dapat mempertahankan ketergantungan dari perusahaan dan
bantuan dari negara asing, Yang dapat dijabarkan sebagai berikut;
– Pengendalian input
– Pengandalian pasar
– Pengendalian posisi
– Strategi kontribusi
Pada akhirnya apabila perusahaan tidak dapat meminimalisir atau tidak dapat mengambil keputusan seiring dengan perubahan situasi politik, paling tidak perusahaan dapat mengantisipasinya dengan mempagari, arti dari mempagari tersebut adalah;
– Asuransi Resiko Politik
– Pembiayaan hutang lokal
– Pengandalian pasar
– Pengendalian posisi
– Strategi kontribusi
Pada akhirnya apabila perusahaan tidak dapat meminimalisir atau tidak dapat mengambil keputusan seiring dengan perubahan situasi politik, paling tidak perusahaan dapat mengantisipasinya dengan mempagari, arti dari mempagari tersebut adalah;
– Asuransi Resiko Politik
– Pembiayaan hutang lokal
2.e. Mengelola Resiko Terorisme
Terorisme
telah menjadi masalah yang sangat kompleks diseluruh dunia, dan bukan lagi
permasalahan yang dapat dianggap sepele, karena dapat berdampak sangat buruk
bagi perekonomian dan stabilitas negara. Untuk mengelola masalah ini perusahaan
seperti IBM dan Exxon berupaya untuk mengembangkan pandangan yang baik bagi
negara yang berpotensi dengan kegiatan terorisme yang tinggi. Mereka berusaha
untuk tetap low profiles dan meminimalisir ketenaran publiknya dengan cara
menggunakan image perusahaan yang bagus pada situs perusahaannya dan sesuai
dengan situasi dan kondisi negara tempat mereka beroperasi. Bahkan beberapa
perusahaan bekerja sama untuk memonitor bagaimana perkembangan pergerakan
terorisme diseluruh dunia.
2.f. Resiko Ekonomi
Yang
paling berhubungan dengan stabilitas politik negara adalah lingkungan
perekonomiannya dan resiko yang relatif dapat mempengaruhi perusahaan asing,
yang memegang peran penting dalam perkonomian suatu negara. Kemampuan sebuah
negara untuk memenuhi kewajiban keungannya atau finansialnya ditentukan oleh
situasi resiko ekonominya. Resiko ekonomi yang dikeluarkan oleh perusahaan
asing biasanya terbagi menjadi dua kategori yaitu :
1. Apabila pemerintah secara
mendadak merubah kebijakan moneter domestik dan kebijakan fiskal.
2. Apabila pemerintah secara mendadak memilih untuk merancang ulang kebijakan investasi asingnya
2. Apabila pemerintah secara mendadak memilih untuk merancang ulang kebijakan investasi asingnya
Ada
empat metode yang digunakan untuk menganalisa resiko ekonomi, empat metode ini
direkomendasikan oleh John Manthis seroang professor dan pengamat ekonomi yang
telah melayani sebagai analis kebijakan keuangan pada World Bank/Bank dunia. Metode-metode
tersebut adalah ;
– Pendekatan Kuantitatif – Mengukur
secara statistik kemampuan sebuah negara untuk memenuhi kewajiban hutang luar
negerinya
– Pendekatan Kualitatif – Mengevaluasi resiko ekonomi sebuah negara dengan menilai kompetensi dari pemimpin negara tersebut dan menganalisa tipe kebijakan negara yang mereka implementasikan.
– Pendekatan Kualitatif – Mengevaluasi resiko ekonomi sebuah negara dengan menilai kompetensi dari pemimpin negara tersebut dan menganalisa tipe kebijakan negara yang mereka implementasikan.
3. Lingkungan Teknologi
Efek
dari perkembangan teknologi sangatlah besar bagi dunia, baik dalam segi bisnis
dan kehidupan pribadi. Sekarang kita berada pada masa informasi global ,
sangatlah jelas bagi perusahaan untuk melibatkan teknologi kedalam sebuah
rencana strategi mereka dan operasi mereka dari hari kehari.
3.a. Global E-Business
Internet
adalah cara termudah, termurah, dan tercepat bagi perusahaan untuk mendapatkan
informasi dan berbagi informasi dengan perusahaan lain atau supplier mereka.
Internet juga digunakan sebagai alat pemasaran langsung oleh perusahaan, untuk
memasarkan produk mereka keseluruh dunia dengan tanpa memikirkan faktor batasan
negara dan waktu, E-Business adalah sebuah sistem yang telah terintegrasi dan
digunakan diseluruh dunia dan setiap pasar sudah menggunakan basis internet.
Sebagai contoh adalah E-Commerce, yaitu sistem pemasaran secara langsung dan
penjualan secara langsung. Perusahaan menggunakan E-Business untuk menambah
hubungan dengan partner baru dan juga menggunakannya untuk mempertahankan
hubungan dengan partner perusahaan yang lama. Keuntungan dari menggunakan
E-Business adalah sebagai berikut :
– Kenyamanan dalam melakukan bisnis
secara global, dan tersedianya fasilitas komunikasi.
– Electronic meeting seperti Teleconference sangat memudahkan, daripada harus terbang menggunakan pesawat keluar negeri yang memakan biaya membuang-buang waktu.
– Tersedianya layanan intranet ,berguna untuk menggabungkan, dan mengedit informasi baik itu internal atau informasi external.
– Akses yang tidak terbatas bagi konsumen dan calon konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai produk.
– Sebuah jaringan yang efisien untuk distribusi.
– Electronic meeting seperti Teleconference sangat memudahkan, daripada harus terbang menggunakan pesawat keluar negeri yang memakan biaya membuang-buang waktu.
– Tersedianya layanan intranet ,berguna untuk menggabungkan, dan mengedit informasi baik itu internal atau informasi external.
– Akses yang tidak terbatas bagi konsumen dan calon konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai produk.
– Sebuah jaringan yang efisien untuk distribusi.
Kesimpulan
Seorang
manajer global yang telah terlatih pun tidak dapat mengembangkan strategi dan
mengkonfirmasi sebuah investasi dari pihak asing , tanpa melihat tantangan dan
menilai aspek-aspek lingkungan politik dan lingkungan negara, dan lingkungan
teknologi. Manajer global dan manajer negara tuan rumah harus dapat melihat
bagaimana lingkungan negara tempat perusahaan beroperasi dapat memberikan
keuntungan kepada perusahaan dan bagaimana dampak dari resiko-resiko dalam
bisnis global dapat berpengaruh kepada operasi perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar